Showing posts with label kasih. Show all posts
Showing posts with label kasih. Show all posts

Jan 27, 2010

Tuhan

By Febby Sahla


Tuhan...
aku mencariMu di relung-relung kamar,
berharap Engkau memberi kabar,
dan jawaban atas semua pertanyaan,
agar aku tak lagi dalam kebimbangan...

Tuhan,
dalam sujudku yang terdalam,
aku smakin terbenam,
dalam pusaran takdir kehidupan,
yang smakin menampar wajahku menjadi sadar,
siapa aku dengan ketaatan yang sangat kurang padaMu,
siapa aku yang slalu berharap banyak padaMu,
siapa aku yang slalu menuntut segala pdMu, tanpa
pernah aku tahu berkubik hujan nikmat,
berjuta rahmat,
bermilyar cinta dunia hingga lupa akhirat...

Tuhan,
aku mengetuk kemurahanMu,
diantara luas samudra anugerahMu,
dikedalaman kasih tiada bertepiMu,
biarkan aku larut Ya Rabb dalam kesadaran,
bahwa dalam keterbatasan... cintaMu jangan diabaikan,
stiap aku dalam kesulitan... hanya Engkau tempat mengadukan,
bila kebimbangan menyertakan... hanya jawabMu sebagai pertimbangan,
dan... biarkan aku dalam sujudku terdalam mencari ketenangan...

Tuhan,
bagaimana mungkin aku lari dariMu,
rahasiaku tersimpan rapat dalam album takdirMu,
stiap tetes airmataku adalah bukti keterbatasanku,
bahwa aku teramat bergantung padaMu,dan
seharusnya stiap waktu dihidupku..
kuisi lantunan doaku meminta kemurahan karuniaMu...

Tuhan,
aku masih mencariMu di relung-relung kamar,
bersama nikmat yang terhampar,
buatlah aku sadar...

15 Juni 2009
----------------------------------------------

Febby Sahla. Sering menulis di situs-situs pertemanan. Tinggal di Semarang.

Dec 26, 2009

Kidung Kasih

By Qwiniy Queen

KasihNYA menyelimuti hati...
Membawa damai dalam hidup...
Tak cukup nyanyian gembala bersenandung...
Karena kebenaran hati...itu utama...

Abadikan DIA disini...
Dalam raga serta wujud...
Langkah akan berjejak keinginan kitab...
Bahwa kasihNYA memang untuk hambaNYA....

Selamat berkidung kasih...
Moga berkah hidup selalu menemani...

Selamat Natal...

25 Desember 2009
---------------------------------------------

Qwiniy Queen. Tinggal di Mamuju. Sering membuat puisi.

Dec 25, 2009

Membuat Palungan Kecil

By Barbara Gooden

**Selamat NataL bagi Temans yang Merayakannya...!!!


Tidak ada kamar di penginapan
Bagi saya,
Relakah Anda menyediakan palungan kecil
di dalam hati Anda?
Ke dalam tempat berlindung yang hangat dan terang itu
Maukah Anda membawa masuk Seseorang yang
kedinginan,
Sendirian, tanpa teman?
Supaya kasih kembali dilahirkan
di bawah bintang!

(Sumber: Indo Lead)

Dec 22, 2009

Tiada Tangan Seindah Tangan Ibuku...

By Christina Yenny

***Dedicated to : ALL MOMS IN THE WORLD...
Dalam rangka HARI IBU 22 DESEMBER 2009
--------------------------------------------


Beberapa tahun lalu, ketika ibu datang berkunjung, beliau mengajak saya berbelanja bersamanya karena beliau membutuhkan sebuah gaun baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi belanja bersama orang lain. Dan saya bukanlah orang yang sabar. Tetapi, walaupun demikian, kami berangkat juga ke pusat perbelanjaan...

Kami mengunjungi setiap toko yang menyediakan gaun wanita, dan beliau mencoba gaun demi gaun dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai lelah dan beliau mulai frustasi... Akhirnya, pada toko terakhir yang kami kunjungi, beliau mencoba satu stel gaun biru yang cantik terdiri dari 3 helai. Pada blusnya terdapat sejenis tali di bagian tepi lehernya, dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama beliau dalam ruang ganti pakaian. Saya melihat bagaimana beliau mencoba gaun tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengikat talinya...

Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu beliau tidak dapat melakukannya. Seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya... Saya berbalik pergi dan mencoba menyembunyikan air mata saya yang mengalir keluar tanpa saya sadari... Setelah mendapat ketenangan lagi, saya kembali masuk ke kamar ganti untuk mengikatkan tali gaun tersebut...

Gaun ini begitu indah, dan beliau membelinya. Perjalanan belanja kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat terlupakan dari dalam ingatan saya. Sepanjang sisa hari itu..., pikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam ruang ganti pakaian tersebut dan terbayang tangan beliau yang sedang berusaha mengikat tali bajunya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih.., yang pernah menggendong saya.., menyuapi saya.., memandikan saya.., memakaikan baju.., membelai dan memeluk saya.., dan terlebih dari semuanya.., berdoa untuk saya..! Sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling membekas dalam hati...

Kemudian pada sore harinya, saya pergi ke kamar beliau, mengambil tangannya, menciumnya dan yang membuatnya terkejut.., memberitahukannya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan paling indah di dunia ini... Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan mata saya yang baru, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu...

Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak, tangan dan hati saya memiliki keindahan tersendiri.., seperti halnya tangan ibuku. Kutengadahkan tangaku segera "Ya Allah, sayangi ibuku, baik di kala ia masih hidup maupun jika kelak beliau wafat. Sayangilah ia ya Allah.., sebagaimana ia menyayangiku di waktu aku masih kecil....." Amiiin...

Sungguh di dunia ini, tiada tangan seindah tangan ibuku. Karena kasih sayang lewat tangannya yang indah-lah, saya bisa seperti ini...

Terima kasih Ibu, aku cinta dan sayang padamu... (Ibu, I love you so much...)

Selamat Hari Ibu..!

22 Desember 2009
--------------------------------------------

Christina Yenny. Tinggal di Jakarta. Karyawan perusahaan asuransi.

Nov 13, 2009

di zaman...

By Fadli Zul

menembus sudah cahaya itu..
menembus kabut kabut hitammu..
lewati liang gelapmu..

isi...
penuhi lapang ruang gelanggang..
pecahi cadas, menari kita beriang..

arti..
semestinya kau mengerti..
kau dan aku tak berselimut lagi..
dusta gulita telanjang kini..

berikan salammu..
tunjukkan nyalimu..
kau pasti temui..

ingat bait k...u tadi..
kalau tidak-aku tak disini lagi..
esok pun tak kembali..

hujan bukan dirimu..
nurani membelah kita terpisah..
sedang merdeka kau takkan temui..