Showing posts with label angin. Show all posts
Showing posts with label angin. Show all posts

Dec 5, 2010

Rambutmu...

di temaram cahaya
rembulan menyapa
rambutmu tertiup angin

Jul 26, 2010

jejak kopi di bibirmu

By Dian Aza

Seperti lidah yang menjulur dari ruang di luar jendela, membasahi pahit bibir. Aku bertanya apakah saat ini waktu telah bersepakat mengikat kata. Waktu yang pernah menceraikan kalimatkalimatku dari paragrafmu. Hatiku sudah padang rumput, menunggumu jadi angin, bermainmain dengan ilalang di mataku. Aku merasa senja itu sembunyi di balik bukit, menunggu abaaba langit untuk membacakan sajak bagi bibirbibir pahit dan kering. Hangat dan hitam seperti bergelasgelas kopi di warungwarung sepanjang jalan, menunggu bibirbibir pahit dan kering untuk diusap pula. Lampulampu kota merayuku agar melupakan senja di bahumu. Tapi lidah yang menjulur dari balik jendela itu terusmenerus memohon waktu menunggumu. Bibirku harum dan manis, penuh jejak kopi*

26 Juli 2010
---------------------------------------------

Dian Aza. Sering menulis sajak di situs pertemanan. Tinggal di Malang.

Jun 18, 2010

Adalah Tuhan yang menurunkan hujan

By Jack Slawi

Adalah Tuhan
yang menurunkan air dari langit
dan di dalamnya ada kado
buat semua yang merasakan rindu

adalah hujan
di kala aku menanti nasi
yang di bumbui aneka macam ramuan saji

petir petir
suara angin
menggelegar ingin bersanding

adalah Tuhan
cuaca bening di ubah hening

Jakarta, 18 Juni 2010
------------------------------------------------------------

Jack Slawi. Bukan nama sebenarnya. Sering menulis di situs pertemanan. Tinggal di Jakarta.