Showing posts with label ego. Show all posts
Showing posts with label ego. Show all posts

Apr 27, 2010

.....terhenti dalam cinta...

By Monika Indri P.

tak akan habis kataku...
Meski harus berhadapan dengan egomu...
Tak akan terhenti rinduku..
Meski harus terhadang oleh rasamu...
...
Akan terus mengalir...cintaku..
Meski air mata inipun juga ikut mengalir...
Temani keraguanku..temani kesedihanku...

...
Mencintaimu...sungguh tak semudah kata yang tertata...
Mencintaimu..lelahkan emosiku..serakkan kerinduanku...
...
Dan kutahu..tak akan pernah berakhir...karna awal belum juga dimulai...
...

Kasih...
Hentikan saja aku pada pelukanmu...
Hentikan saja aku pada ciumanmu..
Hentikan saja aku pada cintamu...
...
Tangkaplah aku..jerat cintaku..
Agar berdiam aku dalam pesonamu...
Dan hentikan segala pelayaran tak menentu ini...
Buatlah aku berlabuh tuk selamanya pada hatimu...
...
Kasih...
Butakan saja keraguanku..
Agar tak lagi menilai apa yang terlihat dalam tatapan..
bisukanlah kemarahanku..
Agar tak lagi terucap kata perih pada hatimu..
....
Kasih...
Aku lelah mencari segala pembenaran itu...
Dan aku lelah menutup diri dalam kemunafikan dunia...
...
Bunuhlah saja aku...
Dalam cintamu...
Dengan ketulusanmu...
...
Aku hanya ingin mati dalam cintamu...
...Terhenti dalam cinta....

26 April 2010
------------------------------------------

Monika Indri P. Sering menulis. Karya-karyanya dapat dilihat pada situs kebahagiaan-berbagi.blogspot.com

Feb 3, 2010

mimpi bumi

By Koying

dalam serabut akar pada lintas zaman,
menjelaskan setiap generasi ada dan berada
terkadang melihat gambaran tiang tiang di bangun pada seribu kemasan
untuk menajapkan ke absolutnya pada imaji yang meluas ke angkasa
pada waktu tetap saja roda waktu tetap sama pada perwujudan mata

dalam ilalang zaman menutupi padang rumput di tepi matahari berdendang keemasan
bercerita kepada semua insan yang hidup di pinggir ataupun di tengga padang rumput
hujaran semua indahnya takdir tercipta di tangan insan di dalam pada rumput zaman
tanpa meninggalkan tanah merahnya
tanpa meninggalkan batunya
tanpa meninggalkan akar rumputnya

seakan siluman, mendorong otak dan kaki untuk dijelajahi,
penjelajaan bukan untuk menaklukkan, tapi saling berbagi
entah itu berbeda anutan, atau berbeda tindakan
cuma saling mengerti, apa yang terjadi
bukan untuk menujuk diri siapa yang berani,
sekaligus tak melihat terhukum ataupun tak terhukum
sebab kepentingan itu cuma permukaan
sebab kepentingan itu cuma ego diri

ada terpenting di atas itu semua, padang rumput itu harus terjaga,
padang rumput itu harus sebagai jiwa,
dan jiwa itu ada di atas tanahnya, bukan langitnya
dan itulah kenyataannya,
mungkin banyak ingin terbang ke langit, tapi tak ada orang mau ingin menembus bumi
karena bumi itu gelap, tak seperti di atas langit sana, langit penuh bintang dan purnama

3 Februari 2010
----------------------------------------------

Koying. Bukan nama sebenarnya. Sering menulis di situs blog inunesia.